Pemerintah Perkuat Pengamanan Nasional di Tiga Titik Berat Prioritas

BARADETIK.COM

- Redaksi

Selasa, 25 November 2025 - 00:46 WIB

50162 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Pemerintah berencana menambah pengerahan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) guna memperkuat sistem pengamanan di tiga wilayah strategis yang dikategorikan sebagai center of gravity nasional, yaitu Jakarta, Aceh, dan Papua. Langkah ini ditempuh sebagai respons terhadap meningkatnya potensi gangguan terhadap keamanan, stabilitas sosial, dan keberlanjutan pembangunan nasional.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan hasil arahan langsung dari Presiden, untuk memastikan seluruh proses pembangunan nasional berjalan dalam suasana aman dan kondusif. Ia menegaskan, stabilitas merupakan syarat mutlak untuk menjamin keberlangsungan kegiatan ekonomi, sosial, dan pemerintahan.

“Bahwa dalam rangka mendukung stabilitas nasional agar supaya pembangunan ini bisa berjalan aman dan lancar, kita telah menerima petunjuk-petunjuk dari Bapak Presiden,” ujar Sjafrie usai rapat tertutup dengan sejumlah anggota parlemen di Gedung DPR RI, Senin (24/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jakarta menjadi salah satu wilayah utama yang menjadi sorotan. Sebagai pusat politik dan pemerintahan, wilayah ini dinilai memiliki nilai strategis yang tinggi. Sjafrie menuturkan, sistem pengamanan akan diterapkan secara menyeluruh dan multidimensi, mencakup seluruh penjuru ibu kota, dari darat, laut, hingga udara.

“Yang pertama Jakarta sendiri, kita amankan Jakarta itu dari 360 derajat. Baik dari pengamanan pantai, maupun pengamanan udara, serta pengamanan di darat kita lakukan,” kata dia.

Aceh menjadi wilayah prioritas kedua. Sebagai gerbang Indonesia di bagian barat, Aceh memegang peran penting dalam aspek keamanan maritim serta hubungan lintas batas. Penambahan personel TNI di Aceh diharapkan mampu meningkatkan pelaksanaan tugas-tugas pengamanan wilayah sekaligus memperkuat koordinasi dengan unsur pemerintah dan masyarakat setempat.

Sementara itu, Papua tetap menjadi wilayah yang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dalam aspek pertahanan. Selain letaknya yang jauh di timur dan memiliki potensi sumber daya alam besar, Papua juga dihadapkan pada dinamika sosial yang kompleks. Pemerintah akan menempatkan pasukan tambahan dengan konsep pendekatan disebut smart approach, yakni perpaduan antara pendekatan teritorial bersifat lunak (soft approach) dan operasi taktis bersifat keras (hard approach).

Sjafrie menekankan bahwa pendekatan tersebut bertujuan menyentuh langsung hati masyarakat Papua, serta menarik simpati dari warga yang hingga kini belum memiliki kesamaan pandangan terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia berharap, kebijakan integratif ini dapat mengurangi ketegangan dan memperkuat ikatan sosial-politik di kawasan tersebut.

“Sehingga kita ingin merebut hati rakyat agar supaya mereka-mereka yang masih belum mempunyai satu kesamaan pemikiran terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita ajak untuk bersama-sama,” ujar Sjafrie.

Meski menitikberatkan pada pendekatan yang memperhatikan kondisi sosial dan budaya lokal, Sjafrie menegaskan bahwa kesiapsiagaan pertahanan tetap dijadikan prioritas utama. Keberadaan TNI di lapangan ditujukan untuk menjamin keamanan secara taktis dan strategis, serta siaga menghadapi setiap potensi ancaman yang muncul.

Langkah ini dinilai menjadi bagian dari upaya sistemik pemerintah dalam menjaga kedaulatan wilayah serta memperkuat struktur pertahanan negara di tengah dinamika kawasan dan global yang semakin tidak menentu. Pemerintah berharap, sinergi antara kekuatan militer, masyarakat, dan institusi sipil dapat mewujudkan stabilitas yang berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

Berita Terkait

Momentum Idul Fitri, PDBN, PGSI dan RSINU Gandeng Bank BTN, Gelar Khitan Massal Gratis Tahap Kedua
Kanwil BPN Kepri, Kanwil Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Teken MoU Optimalisasi Sertipikas Tanah Wakaf
Polda Metro Jaya Vs Faisal Amsir, Ujian Nyata Nyali Polisi Tangkap Burnonan Pelecehan Perempuan
Satu Dekade IKHROM: Hadiah Umroh Warnai Kemeriahan Pertemuan Tahunan Ke-10 di Semarang
PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Telegram Panglima TNI Siaga 1, Dedi Siregar: Langkah Tepat Lindungi Negara
Pimpin Apel Ojol-Buruh di Sumsel, Kapolri Tekankan Jaga Persatuan hingga Stabilitas Nasional
Ramadan Penuh Berkah, IKAWIGA Santuni 500 Anak Yatim, Dhuafa, Pekerja Sosial Se Malang Raya
Insentif per Hari untuk SPPG, Aktivis Nasional : Langkah Cerdas Kepala BGN Percepat MBG

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:58 WIB

Serangan Air Keras ke Aktivis HAM, PMII Jabar Tegaskan Indonesia Darurat Demokrasi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 18:16 WIB

Poros Mahasiswa Bandung Bergerak Gelar Unras Sikapi MBG dan KMP serta Berbagai Permasalahan

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:51 WIB

MBK Ventura Salurkan Bantuan ke 45 Masjid di Gununghalu, Edukasi Keuangan Jadi Fokus Utama

Selasa, 10 Februari 2026 - 01:13 WIB

Dialog Terbuka Kesbangpol–IWO-I KBB, Stabilitas Daerah Jadi Fokus Bersama

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:50 WIB

Gerakan Bersih Lingkungan di Purwakarta: Bupati Purwakarta Tanam 1000 Pohon 

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:44 WIB

Wawancara Ketua HIKPI: IFBEX 2026 Fokus pada Ekosistem Bisnis Terintegrasi

Kamis, 29 Januari 2026 - 00:27 WIB

lMenteri Imigrasi Kunjungan Kerja ke Rutan Kelas IIB Tanjung Pura, Ini Sebutnya!

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:34 WIB

Diskominfo Purwakarta Dituding Persulit Kerjasama Publikasi Media

Berita Terbaru

error: Content is protected !!