JAKARTA | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah peristiwa banjir yang melanda wilayah Indonesia dalam periode dua hari terakhir, terhitung sejak Kamis (20/11) hingga Jumat (21/11) pukul 07.00 WIB. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sebagian besar kejadian didominasi oleh banjir yang dipicu oleh meluapnya sungai serta tanggul jebol akibat hujan dengan intensitas tinggi.
Laporan pertama diterima dari Kabupaten Garut, Jawa Barat, di mana banjir melanda wilayah Desa Balewangi, Kecamatan Cisurupan, pada Kamis sore. Peristiwa ini dipicu oleh derasnya hujan yang menyebabkan jebolnya tanggul sekaligus meluapnya aliran air dari saluran drainase permukiman warga yang tersumbat material sampah. Akibat kejadian tersebut, 54 kepala keluarga atau sekitar 190 jiwa terdampak, dengan 46 unit rumah warga, satu unit madrasah, serta sejumlah jalan desa yang ikut terendam air.
BPBD Kabupaten Garut bersama tim gabungan segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pendataan, evakuasi, serta pembersihan sisa-sisa material banjir menggunakan satu unit alat berat. Hingga Kamis malam pukul 23.00 WIB, banjir dilaporkan mulai surut di beberapa titik, namun potensi terjadinya banjir susulan masih cukup tinggi akibat saluran drainase yang belum sepenuhnya bersih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, yang dilanda banjir sejak Rabu (19/11) malam. Hujan deras menyebabkan debit air Sungai Rejoso dan Sungai Grati meluap hingga masuk ke wilayah permukiman warga. Terdapat tujuh desa yang terdampak, yakni Desa Tambakrejo di Kecamatan Kraton; Desa Legok, Gempol, dan Kejapan di Kecamatan Gempol; Desa Kedungringin dan Kedungboto di Kecamatan Beji; serta Desa Manaruwi di Kecamatan Bangil.
Berdasarkan laporan BPBD setempat, banjir di Kabupaten Pasuruan berdampak pada sedikitnya 2.060 kepala keluarga dengan total 2.069 unit rumah terendam. Tinggi muka air dilaporkan bervariasi antara 20 hingga 70 sentimeter. Hingga Jumat pagi, kondisi air di sebagian besar wilayah sudah mulai surut. Namun, genangan masih bertahan di Desa Gempol dan Desa Kedungringin akibat sistem drainase yang tersumbat dan belum dapat mengalirkan air secara normal. BPBD bersama perangkat daerah setempat telah melaksanakan kaji cepat dan menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.
Sementara itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, tepatnya di Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, pada Kamis siang. Luapan Sungai Cikalumpang mengakibatkan genangan air dengan ketinggian antara 15 hingga 80 sentimeter. Sebanyak 295 kepala keluarga atau 1.129 jiwa terdampak. Banjir merendam 162 rumah warga, satu fasilitas pendidikan, serta satu unit rumah ibadah.
BPBD Kabupaten Serang bersama unsur lintas instansi terus melakukan pendataan serta memantau perkembangan ketinggian muka air di lapangan. Tim juga disiagakan untuk membantu evakuasi apabila diperlukan, terutama bagi warga yang masih bertahan di dalam rumah masing-masing.
BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah di tiga wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dalam tiga hari ke depan, sebagaimana diperkirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BNPB juga mengingatkan pentingnya langkah-langkah pencegahan dan mitigasi bencana, seperti memperkuat tanggul yang mengalami keretakan dan membersihkan saluran drainase dari tumpukan sampah dan lumpur, guna meminimalkan dampak banjir lanjutan.































