Ketua Komite III DPD RI Desak Kemenkes Tindak Kasus Penolakan Ibu Hamil di Papua

BARADETIK.COM

- Redaksi

Minggu, 23 November 2025 - 00:49 WIB

50237 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura — Tragedi kemanusiaan kembali menggugah perhatian publik nasional. Seorang ibu hamil asal Kampung Hobong, Sentani, Irene Sokoy, meninggal dunia bersama bayi dalam kandungannya setelah ditolak sejumlah rumah sakit di Jayapura, Papua. Kejadian memilukan yang terjadi pada Senin, 17 November 2025 ini menyisakan tanda tanya besar atas sistem pelayanan kesehatan di wilayah yang menerima alokasi dana otonomi khusus.

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Komite III DPD RI yang membidangi urusan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan rakyat, Filep Wamafma, mendesak Kementerian Kesehatan untuk bersikap secara tegas serta melakukan penyelidikan menyeluruh. Menurutnya, kejadian ini merupakan bentuk nyata dari kegagalan sistem pelayanan publik, terutama terhadap kelompok rentan.

“Apalagi Menteri Kesehatan sudah menegaskan bahwa rumah sakit tidak boleh menolak pasien tanpa KTP dalam kondisi sakit dan kritis. Nah ini jelas warga kita, warga asli Papua. Jadi sudah semestinya mendapatkan layanan kesehatan,” ujar Filep dalam pernyataan tertulis, Sabtu, 22 November 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Irene Sokoy diketahui datang ke RSUD Yowari pada Minggu sore, 16 November 2025, dengan rencana melahirkan secara normal. Namun karena kondisi kehamilan dinilai berisiko, dokter merekomendasikan operasi caesar dan menyarankan rujukan ke sejumlah rumah sakit, di antaranya RS Dian Harapan, RSUD Abepura, hingga RS Bhayangkara. Sayangnya, proses rujukan tersebut tidak segera ditindaklanjuti. Hingga keesokan harinya, pasien terus berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain, tanpa penanganan medis langsung.

Dalam perjalanan menuju RSUD Jayapura, Irene mengalami kejang-kejang saat ambulans melintasi kawasan Skyline. Petugas medis sempat memutar balik dan membawa pasien ke RS Bhayangkara. Namun upaya pertolongan medis dengan CPR tidak berhasil. Irene dan bayi dalam kandungannya dinyatakan meninggal dunia.

Filep menyebut kejadian ini sebagai ironi yang menyayat hati, terutama karena terjadi di wilayah yang selama dua dekade terakhir mendapatkan pendanaan khusus melalui Otonomi Khusus (Otsus). Menurutnya, pelayanan kesehatan seharusnya menjadi sektor prioritas dalam alokasi anggaran daerah.

“Saya sangat prihatin dengan kejadian ini. Akses kesehatan adalah kebutuhan dasar, apalagi dalam kondisi emergency yang menyangkut nyawa. Ini tidak bisa dianggap biasa. Ada kesalahan sistemik yang harus segera dibenahi,” tegasnya.

Senator asal Papua Barat itu juga menekankan perlunya inovasi layanan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, lansia, dan penyandang disabilitas. Ia merujuk Undang-Undang Layanan Publik dan Undang-Undang Kesehatan yang secara eksplisit menegaskan pelayanan publik yang cepat, manusiawi, dan nondiskriminatif.

“Ini adalah kelalaian yang fatal. Pemerintah daerah dan rumah sakit harus bertanggung jawab. Tidak bisa berlindung di balik alasan administratif atau keterbatasan fasilitas. Ini soal nyawa,” tandasnya.

Filep juga mendorong agar pemerintah daerah bergerak cepat memeriksa alur rujukan pasien dan alokasi anggaran untuk pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Ia mendesak agar dana Otsus, APBD, hingga Dana Alokasi Umum (DAU) difokuskan secara strategis untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat.

“Secara khusus, saya berharap agar kejadian ini menjadi introspeksi bagi pimpinan daerah. Jangan sampai kepentingan birokrasi mengesampingkan hak hidup warganya. Bila perlu, revisi aturan yang menghambat. Sistem harus melayani, bukan menyulitkan,” katanya.

Desakan untuk melakukan investigasi menyeluruh tidak hanya dilontarkan untuk mencari siapa yang keliru, tetapi juga untuk memperbaiki sistem layanan darurat di Papua. Filep menilai perlu ada panduan tegas dan operasional di lapangan yang memungkinkan pasien kritis mendapatkan perawatan segera, tanpa terkendala birokrasi atau syarat administratif.

Ia menutup pernyataannya dengan mengutip pasal kunci dalam Konstitusi Negara, “Akses kesehatan yang layak adalah hak setiap warga negara sebagaimana diatur dalam Pasal 28H Ayat (1) UUD 1945.”

Kementerian Kesehatan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus ini, namun desakan dari berbagai pihak terus menguat agar tragedi serupa tidak kembali terulang—tidak hanya di Papua, tetapi juga di wilayah-wilayah lain di Indonesia yang kerap terkendala dalam pelayanan dasar. (*)

Berita Terkait

Pengamat Civil Society Apresiasi Polres Cimahi Rangkul Ratusan Pengemudi Ojol Jadi Mitra Strategis Kamtibmas
DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin
Momentum Idul Fitri, PDBN, PGSI dan RSINU Gandeng Bank BTN, Gelar Khitan Massal Gratis Tahap Kedua
Kanwil BPN Kepri, Kanwil Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Teken MoU Optimalisasi Sertipikas Tanah Wakaf
Polda Metro Jaya Vs Faisal Amsir, Ujian Nyata Nyali Polisi Tangkap Burnonan Pelecehan Perempuan
Satu Dekade IKHROM: Hadiah Umroh Warnai Kemeriahan Pertemuan Tahunan Ke-10 di Semarang
PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Telegram Panglima TNI Siaga 1, Dedi Siregar: Langkah Tepat Lindungi Negara
Pimpin Apel Ojol-Buruh di Sumsel, Kapolri Tekankan Jaga Persatuan hingga Stabilitas Nasional

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Wustha

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Tak Sekadar Instruksi, Kapolres Aceh Tenggara Turun Langsung Berjibaku Bersihkan Jalan Nasional dan Rumah Warga Pascabanjir

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Respons Cepat Pascabanjir, Kapolres Agara Pimpin Pengerahan Personel Polres dan Brimob Bantu Warga Desa Kuning I

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Laksanakan Program Poliran Kapolri, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Perkuat Kemitraan dan Serap Aspirasi Warga, Polres Aceh Tenggara Gelar FKPM di Desa Perapat Hulu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Aceh Tenggara Edukasi Pengguna Jalan Lewat Stiker Keselamatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Kobarkan Semangat Persatuan, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Babul Rahmah Ajak Warga Lawe Sumur Jaga Kelestarian Hutan

Berita Terbaru