Pemerintah Perkuat Pengamanan Nasional di Tiga Titik Berat Prioritas

BARADETIK.COM

- Redaksi

Selasa, 25 November 2025 - 00:46 WIB

50183 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Pemerintah berencana menambah pengerahan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) guna memperkuat sistem pengamanan di tiga wilayah strategis yang dikategorikan sebagai center of gravity nasional, yaitu Jakarta, Aceh, dan Papua. Langkah ini ditempuh sebagai respons terhadap meningkatnya potensi gangguan terhadap keamanan, stabilitas sosial, dan keberlanjutan pembangunan nasional.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan hasil arahan langsung dari Presiden, untuk memastikan seluruh proses pembangunan nasional berjalan dalam suasana aman dan kondusif. Ia menegaskan, stabilitas merupakan syarat mutlak untuk menjamin keberlangsungan kegiatan ekonomi, sosial, dan pemerintahan.

“Bahwa dalam rangka mendukung stabilitas nasional agar supaya pembangunan ini bisa berjalan aman dan lancar, kita telah menerima petunjuk-petunjuk dari Bapak Presiden,” ujar Sjafrie usai rapat tertutup dengan sejumlah anggota parlemen di Gedung DPR RI, Senin (24/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jakarta menjadi salah satu wilayah utama yang menjadi sorotan. Sebagai pusat politik dan pemerintahan, wilayah ini dinilai memiliki nilai strategis yang tinggi. Sjafrie menuturkan, sistem pengamanan akan diterapkan secara menyeluruh dan multidimensi, mencakup seluruh penjuru ibu kota, dari darat, laut, hingga udara.

“Yang pertama Jakarta sendiri, kita amankan Jakarta itu dari 360 derajat. Baik dari pengamanan pantai, maupun pengamanan udara, serta pengamanan di darat kita lakukan,” kata dia.

Aceh menjadi wilayah prioritas kedua. Sebagai gerbang Indonesia di bagian barat, Aceh memegang peran penting dalam aspek keamanan maritim serta hubungan lintas batas. Penambahan personel TNI di Aceh diharapkan mampu meningkatkan pelaksanaan tugas-tugas pengamanan wilayah sekaligus memperkuat koordinasi dengan unsur pemerintah dan masyarakat setempat.

Sementara itu, Papua tetap menjadi wilayah yang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dalam aspek pertahanan. Selain letaknya yang jauh di timur dan memiliki potensi sumber daya alam besar, Papua juga dihadapkan pada dinamika sosial yang kompleks. Pemerintah akan menempatkan pasukan tambahan dengan konsep pendekatan disebut smart approach, yakni perpaduan antara pendekatan teritorial bersifat lunak (soft approach) dan operasi taktis bersifat keras (hard approach).

Sjafrie menekankan bahwa pendekatan tersebut bertujuan menyentuh langsung hati masyarakat Papua, serta menarik simpati dari warga yang hingga kini belum memiliki kesamaan pandangan terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia berharap, kebijakan integratif ini dapat mengurangi ketegangan dan memperkuat ikatan sosial-politik di kawasan tersebut.

“Sehingga kita ingin merebut hati rakyat agar supaya mereka-mereka yang masih belum mempunyai satu kesamaan pemikiran terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita ajak untuk bersama-sama,” ujar Sjafrie.

Meski menitikberatkan pada pendekatan yang memperhatikan kondisi sosial dan budaya lokal, Sjafrie menegaskan bahwa kesiapsiagaan pertahanan tetap dijadikan prioritas utama. Keberadaan TNI di lapangan ditujukan untuk menjamin keamanan secara taktis dan strategis, serta siaga menghadapi setiap potensi ancaman yang muncul.

Langkah ini dinilai menjadi bagian dari upaya sistemik pemerintah dalam menjaga kedaulatan wilayah serta memperkuat struktur pertahanan negara di tengah dinamika kawasan dan global yang semakin tidak menentu. Pemerintah berharap, sinergi antara kekuatan militer, masyarakat, dan institusi sipil dapat mewujudkan stabilitas yang berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

Berita Terkait

Pengamat Civil Society Apresiasi Polres Cimahi Rangkul Ratusan Pengemudi Ojol Jadi Mitra Strategis Kamtibmas
DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin
Momentum Idul Fitri, PDBN, PGSI dan RSINU Gandeng Bank BTN, Gelar Khitan Massal Gratis Tahap Kedua
Kanwil BPN Kepri, Kanwil Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Teken MoU Optimalisasi Sertipikas Tanah Wakaf
Polda Metro Jaya Vs Faisal Amsir, Ujian Nyata Nyali Polisi Tangkap Burnonan Pelecehan Perempuan
Satu Dekade IKHROM: Hadiah Umroh Warnai Kemeriahan Pertemuan Tahunan Ke-10 di Semarang
PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Telegram Panglima TNI Siaga 1, Dedi Siregar: Langkah Tepat Lindungi Negara
Pimpin Apel Ojol-Buruh di Sumsel, Kapolri Tekankan Jaga Persatuan hingga Stabilitas Nasional

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:01 WIB

Aktivis dan Tokoh Pemuda  Apresiasi Kinerja Kapolres & Kasat Narkoba Polres Aceh Tenggara

Rabu, 9 September 2026 - 14:48 WIB

Polres Agara Musnahkan Narkotika Hasil Pengungkapan Kasus, Bupati Apresiasi Kinerja Polres Aceh Tenggara

Senin, 7 September 2026 - 13:59 WIB

Syukuran dan Tatap Muka HUT Polwan ke-78, Kapolres Apresiasi Dedikasi Polwan Polres Aceh Tenggara

Sabtu, 5 September 2026 - 20:47 WIB

Unit PPA Satreskrim Polres Aceh Tenggara Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Perkara Tindak Pidana mengakibatkan Korban Meninggal ke Kejaksaan

Jumat, 4 September 2026 - 14:38 WIB

Sabu Disimpan di Saku Celana, Pria 34 Tahun Diamankan Sat Resnarkoba Polres Aceh Tenggara

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:32 WIB

BPJN 3.5 Diduga Lalai, Proyek Pengaspalan Medan-Kutacane Tanpa Penyiraman Sebabkan Warga Terdampak Debu dan Terancam Kesehatan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Peredaran Ganja Dibongkar, Polres Aceh Tenggara Amankan 3 Pelaku dan 708,82 Gram Barang Bukti

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:12 WIB

Informasi Warga Ditindaklanjuti, Tim Gabungan Polres Aceh Tenggara Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Lawe Alas

Berita Terbaru