JAKARTA | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau banjir rob yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah pesisir Aceh, menyusul fenomena fase bulan baru yang terjadi pada 20 November 2025. Fenomena ini diperkirakan akan berdampak terhadap peningkatan pasang maksimum air laut, khususnya pada periode 20 hingga 25 November 2025.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Malikussaleh, Aceh Utara, Ricky Nadiansyah menyampaikan bahwa berdasarkan pantauan water level serta prediksi pasang surut, setidaknya empat wilayah di pesisir Aceh diperkirakan akan terdampak banjir rob. Wilayah tersebut mencakup Lhokseumawe, Bireuen, Tapaktuan, dan Meulaboh.
“Ini karena adanya fase bulan baru pada 20 November kemarin yang meningkatkan ketinggian air laut maksimum,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ricky menjelaskan, banjir rob berpotensi mengganggu aktivitas harian masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir, seperti kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas permukiman padat pesisir, tambak garam, serta usaha perikanan darat. Ia menambahkan, dampak tidak hanya terbatas pada genangan sementara, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian ekonomi maupun gangguan transportasi dan distribusi logistik di wilayah terdampak.
Dengan mempertimbangkan hal tersebut, BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah setempat agar meningkatkan kewaspadaan. Warga yang tinggal di daerah rendah dan rawan genangan diminta untuk siaga, terutama pada saat air laut memasuki fase pasang maksimum. Selain itu, masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas di wilayah pesisir tanpa memperhatikan kondisi pasang surut yang diinformasikan BMKG secara berkala.
Peringatan serupa juga berlaku di sejumlah wilayah pesisir di luar Provinsi Aceh. Potensi banjir rob juga terpantau di wilayah pesisir Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung. Di Pulau Jawa, wilayah yang perlu waspada meliputi pesisir Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Peringatan serupa juga berlaku untuk Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta pesisir Sulawesi Utara.
BMKG menyampaikan bahwa informasi ini menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko bencana hidrometeorologi yang dapat meningkat selama periode transisi musim. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengantisipasi berbagai dampak yang ditimbulkan dengan mempersiapkan sistem peringatan dini serta langkah-langkah darurat apabila terjadi genangan luas.
Masyarakat dapat terus memantau informasi cuaca serta peringatan pasang air laut melalui kanal resmi BMKG, baik situs daring maupun aplikasi mobile, guna mencegah dampak yang lebih luas terhadap keselamatan jiwa dan kegiatan ekonomi masyarakat pesisir. (*)





























