Prestasi atau Sekadar Seremoni? Menguji Nyali RW di Balik Kasus Asusila yang Membeku di Polda Metro Jaya

BARADETIK.COM

- Redaksi

Senin, 11 Mei 2026 - 22:22 WIB

5087 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Ibu kota kembali menjadi saksi atas sebuah tanya yang menggantung di udara. Nama pejabat yang akrab dipanggil RW, tengah berada dalam pusaran ekspektasi publik yang besar. Sebagai sosok di balik kemudi Direktorat Reserse PPA-PPO Polda Metro Jaya sekaligus peraih Hoegeng Awards, RW memikul beban moral yang tidak ringan, menjadi wajah dari penegakan hukum yang berpihak pada kemanusiaan.

​Namun, narasi ideal tersebut kini terbentur pada realita penanganan kasus Faisal Amsco. Aliansi Perlindungan Hukum Perempuan Indonesia (APHPI) menyuarakan kegelisahan yang mendalam, bagaimana mungkin sebuah kasus yang telah memiliki tersangka jelas dan korban lebih dari satu orang, justru seolah kehilangan momentum di meja penyidikan?

​Penghargaan setinggi Hoegeng Awards bukan sekadar pajangan di lemari prestasi. Ia adalah janji kepada publik bahwa sosok seperti RW akan bekerja melampaui standar birokrasi biasa. Ketika APHPI menyebut adanya kelambanan, publik mulai menilik kembali, apakah pembentukan direktorat baru ini sudah menjawab kebutuhan para korban, ataukah hanya menjadi lapis birokrasi baru yang justru memperpanjang birokrasi keadilan?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​RW, dengan segala keahlian dan rekam jejaknya, kini dihadapkan pada ujian nyata. Kasus pelecehan terhadap tiga wanita ini bukan sekadar angka dalam statistik kriminalitas, melainkan tentang trauma yang hidup dan rasa takut yang terus membayangi karena sang tersangka belum mendapatkan tindakan tegas.

​Dalam dunia jurnalistik, keheningan dalam sebuah kasus yang sudah “terang benderang” seringkali memicu spekulasi. Raymon Fabio dari APHPI dengan lugas mengingatkan bahwa penundaan keadilan adalah bentuk ketidakadilan itu sendiri.

Di bawah kepemimpinan RW, publik menanti sebuah gebrakan yang membuktikan bahwa institusi Polri benar-benar telah berbenah.
​Narasi perlindungan perempuan tidak boleh berhenti pada seremoni atau peluncuran unit baru. Dibutuhkan ketegasan yang nyata. Jika berkas perkara tak kunjung melimpah dan tersangka tak kunjung mengenakan “baju oranye”, maka inisial RW yang selama ini harum dengan prestasi, dikhawatirkan akan diingat sebagai pemimpin yang membiarkan harapan korban layu sebelum berkembang.

​Kini, bola panas ada di tangan RW. Apakah ia akan segera memutus rantai kelambanan ini, ataukah kasus Faisal Amsco akan menjadi noda pada reputasi yang telah dibangun dengan susah payah? Publik tidak butuh janji, publik butuh kepastian hukum yang hadir tanpa harus menunggu teriakan aliansi di depan gerbang Polda Metro Jaya.

Penulis: R J

Berita Terkait

Polres Batu Bara Amankan Terduga Pelaku Persetubuhan terhadap Anak
Satreskrim Polres Batu Bara Layangkan Panggilan Terhadap Terlapor Sehubungan Dengan Laporan Kalapas Labuhan Ruku
Jiwa Reserse Membara, IPDA Gagas Pimpin Pengungkapan Perdagangan Satwa Dilindungi di Simalungun
Polresta Deli Serdang Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Jenis Sabu Di Lubuk Pakam
Operasi Antik Toba 2026, Polresta Deli Serdang ungkap 65 kasus narkotika dan amankan 78 tersangka
Polres Batu Bara Gelar Konferensi Pers Hasil Operasi Antik Toba 2026, Ungkap 29 Kasus Narkotika
Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bersama Polsek Lubuk Pakam Ungkap Kasus Narkoba, Amankan 3 Tersangka dan Barang Bukti Berat
Zero Toleransi! Polsek Dolok Batu Nanggar Buktikan Komitmen Berantas Narkoba Tanpa Negosiasi — Sabu 21 Klip dan Satu Tersangka Berhasil Diringkus

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Laksanakan Program Poliran Kapolri, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Perkuat Kemitraan dan Serap Aspirasi Warga, Polres Aceh Tenggara Gelar FKPM di Desa Perapat Hulu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Luapan Air Rendam Jalan Lintas Kutacane–Medan, Polres Aceh Tenggara Atur Arus Lalu Lintas Di Desa Kuning I

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Aceh Tenggara Edukasi Pengguna Jalan Lewat Stiker Keselamatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Kobarkan Semangat Persatuan, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Banjir di Bambel, Keselamatan Warga dan Pengguna Jalan Jadi Perhatian

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Respons Informasi Warga, Polres Aceh Tenggara Ungkap Penanaman Ganja di Ketambe

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Tak Hanya Menegakkan Hukum, Kapolres Aceh Tenggara Perkuat Pendidikan Lewat Program POLIDIK

Berita Terbaru