Arief Bonafianto: Dorong Bandung Jadi Kota Dirgantara Melalui Aero-Tourism dan Integrasi Ekonomi Kreatif

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:53 WIB

5016 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG — Menanggapi status historis dan potensi besar Bandung sebagai “Kota Dirgantara”, Ketua Asosiasi Riung Priangan sekaligus Wakil Ketua Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Kota Bandung, Arief Bonafianto, angkat bicara.

Menurutnya, identitas dirgantara yang melekat pada Ibu Kota Jawa Barat ini harus dibawa melompat lebih jauh—bukan sekadar pusat manufaktur pesawat, melainkan ekonomi kreatif, pariwisata, dan ruang publik yang inklusif.

​Sebagai kota yang melahirkan industri penerbangan tanah air melalui PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung dinilai memiliki modal kuat untuk mengembangkan Wisata Edukasi Dirgantara (Aero-Tourism).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Magnet Pariwisata Baru di Priangan

​Arief Bonafianto menekankan bahwa sektor perhotelan dan pariwisata di bawah naungan Riung Priangan melihat peluang besar jika narasi “Kota Dirgantara” ini dikemas menjadi atraksi yang nyata.

​”Bandung tidak boleh kehilangan identitas dirgantaranya. Potensi ini bisa diwujudkan dalam bentuk festival kedirgantaraan tahunan, optimalisasi museum terbang, hingga paket wisata edukasi teknologi bagi generasi muda,” ujar Arief.

​Menurutnya, integrasi antara sejarah kedirgantaraan dan industri kreatif Bandung akan menciptakan multiplier effect yang tinggi bagi perhotelan, UMKM, dan sektor kuliner di kawasan Priangan.

​Di sisi lain, kapasitasnya sebagai Wakil Ketua RBM membuat Arief memberikan catatan penting terkait pembangunan infrastruktur pendukung kota dirgantara. Ia menegaskan bahwa narasi kemajuan teknologi penerbangan harus berjalan selaras dengan pemenuhan hak-hak seluruh warga kota, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok rentan.

​”Ketika kita bicara Bandung sebagai Kota Dirgantara atau kota masa depan yang maju, esensinya adalah bagaimana teknologi dan ruang-ruang publik yang ada di dalamnya bisa diakses oleh semua orang tanpa terkecuali. Fasilitas edukasi dirgantara harus ramah disabilitas (inklusif),” tambahnya.

​Menutup narasinya, Arief mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) di Kota Bandung—mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku industri penerbangan, hingga pelaku wisata—untuk berkolaborasi. Mengingat dinamika transportasi udara regional, Bandung harus jeli menempatkan posisinya agar tetap menjadi magnet utama di Jawa Barat.

​Dengan sinergi yang tepat, identitas Bandung sebagai Kota Dirgantara tidak hanya akan menjadi catatan sejarah, tetapi menjadi roda penggerak ekonomi yang menyejahterakan dan memanusiakan warganya.

Berita Terkait

Perkuat Sinergi BUMD Jabar, PT MUJ dan Bank bjb Jalin Kerja Sama Strategis
Perkuat Sinergi Pengurus Lama dan Baru, BPC HIPMI Kabupaten Bandung Gelar Silaturahim “Team Berdikari Appreciation”
Tingkatkan Kompetensi, I.N.I. Bandung Gelar Diskusi dan Workshop Penyusunan Akta RUPS
Wakil Gubernur Jawa Barat Resmi Kukuhkan Pengurus BKOW Periode 2025–2030
Dukung HLUN ke-30 di Kota Bandung, Riung Priangan Berkomitmen Sinergikan Kepedulian untuk Lansia
Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter KJT 24 dan KJT 38, Kemenag Kabupaten Bandung Pastikan Proses Berjalan Lancar
Dadang M. Naser Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Ciparay, Tekankan Fondasi Persatuan Bangsa
Kementerian Perhubungan dan UNICEF Perkuat Edukasi Keselamatan Jalan bagi Pelajar Melalui Implementasi Zona Selamat Sekolah di Kota Bandung

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 15:33 WIB

Mantan Warga Binaan Bongkar Fakta: Tuduhan “Napi Jadi Raja Kecil” di Rutan Tanjung Pura Dinilai Hoaks dan Fitnah Sensasional

Selasa, 7 April 2026 - 14:51 WIB

Sambut Hari Bakti Pemasyarakatan, Rutan Tanjung Pura Gelar Razia Gabungan Bersama APH, Tegaskan Nol Toleransi Barang Terlarang

Berita Terbaru

error: Content is protected !!