Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo Akui Banyak Pejabat Polisi di Daerah Belum Tunjukkan Kinerja Optimal

BARADETIK.COM

- Redaksi

Sabtu, 22 November 2025 - 03:45 WIB

50252 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengakui masih banyak perwira menengah Polri di jajaran kepolisian wilayah dan sektor yang belum menunjukkan performa kerja secara optimal. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat antara Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan jajaran Polri, Kejaksaan Agung, serta Mahkamah Agung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Dalam paparan yang disampaikan kepada legislatif, Dedi menyebut bahwa hasil evaluasi internal Polri menunjukkan mayoritas Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) belum memenuhi standar kinerja yang diharapkan oleh institusi. Berdasarkan data yang dipaparkan, dari sebanyak 4.340 Kapolsek yang menjabat saat ini, sekitar 67 persen dinilai berkinerja di bawah ekspektasi atau under performance.

Dedi menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya performa tersebut adalah latar belakang pendidikan perwira yang menduduki jabatan tertentu. Disebutkan bahwa hampir separuh dari para Kapolsek adalah lulusan program Pendidikan Alih Golongan (PAG), yaitu jalur pendidikan yang memungkinkan bintara naik ke pangkat perwira melalui sistem seleksi. Menurutnya, kesiapan kepemimpinan dan kapasitas manajerial yang belum merata menjadi tantangan utama dalam peningkatan kualitas pelayanan kepolisian di tingkat sektor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya berhenti di level Kapolsek, tinjauan terhadap pejabat di tingkat Polres juga menghasilkan temuan serupa. Dari total 440 Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) yang telah melalui proses penilaian kinerja atau assessment pada 2025, sebanyak 36 Kapolres dinyatakan memiliki kinerja di bawah standar institusi.

Selain itu, evaluasi juga diarahkan ke satuan reserse kriminal yang memiliki peran strategis dalam penanganan kejahatan. Tercatat, dari 47 Direktur Reserse Kriminal yang telah dinilai, 15 di antaranya masuk dalam kategori under performance. Temuan tersebut, menurut Dedi, memberi gambaran bahwa pembenahan di tubuh Polri tidak hanya menyasar aspek pengawasan eksternal, tetapi juga menyentuh basis internal dan sumber daya manusia.

Menanggapi hasil evaluasi tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo disebut telah mengeluarkan arahan tegas agar dilakukan pembenahan secara menyeluruh, khususnya dalam sistem rekrutmen dan pengembangan karier anggota. Dedi menegaskan bahwa proses rekrutmen menjadi titik awal pembentukan karakter dan profesionalisme aparat kepolisian. Oleh karena itu, perbaikan tata kelola pengadaan personel dinilai menjadi langkah strategi utama untuk menghasilkan anggota Polri yang kompeten dan berintegritas.

Dedi menjelaskan, saat ini Asisten Sumber Daya Manusia (AS SDM) Polri tengah melakukan pembentukan pola pendidikan dan pelatihan yang fokus pada peningkatan kualitas, bukan sekadar kuantitas. Menurutnya, mentalitas, kompetensi teknis, serta kapasitas etik dan sosial akan dikembangkan secara seimbang untuk mendorong transformasi Polri yang lebih adaptif terhadap tuntutan masyarakat.

Ia menambahkan, langkah-langkah korektif lainnya juga terus disiapkan dalam rangka merespons kritik publik terhadap kinerja kepolisian. Di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas yang kian tinggi, Polri disebut berkomitmen untuk membangun institusi yang responsif, humanis, dan profesional. Evaluasi yang dilakukan terhadap para pejabat utama di daerah menjadi bagian dari upaya secara menyeluruh untuk menciptakan kepolisian yang dipercaya publik serta mampu menjalankan tugas secara efektif di lapangan. (*)

Berita Terkait

DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin
Momentum Idul Fitri, PDBN, PGSI dan RSINU Gandeng Bank BTN, Gelar Khitan Massal Gratis Tahap Kedua
Kanwil BPN Kepri, Kanwil Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Teken MoU Optimalisasi Sertipikas Tanah Wakaf
Polda Metro Jaya Vs Faisal Amsir, Ujian Nyata Nyali Polisi Tangkap Burnonan Pelecehan Perempuan
Satu Dekade IKHROM: Hadiah Umroh Warnai Kemeriahan Pertemuan Tahunan Ke-10 di Semarang
PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Telegram Panglima TNI Siaga 1, Dedi Siregar: Langkah Tepat Lindungi Negara
Pimpin Apel Ojol-Buruh di Sumsel, Kapolri Tekankan Jaga Persatuan hingga Stabilitas Nasional
Ramadan Penuh Berkah, IKAWIGA Santuni 500 Anak Yatim, Dhuafa, Pekerja Sosial Se Malang Raya

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 13:25 WIB

Karyawan Cafe Bawa Kabur Motor dan Laptop, Pelarian AS Berakhir di Jambi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:23 WIB

Gerak Cepat! Kurang Dari 24 Jam, URC Sat Reskrim Polres Aceh Tenggara Ringkus Pelaku Curas

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:26 WIB

Setetes Darah, Sejuta Harapan: Polres Aceh Tenggara Gelar Donor Darah Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:38 WIB

Sempat Jadi Sasaran Amukan Massa, Pelaku Curas Berhasil Diamankan Tim URC Polres Aceh Tenggara

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:15 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek, Perkuat Kinerja Organisasi Menuju Polri Presisi

Selasa, 16 Juni 2026 - 02:01 WIB

Ucapan Terima Kasih Keluarga Besar Joyce Christine Br. Hutauruk

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:31 WIB

Warga Kutacane Nikmati Nobar Piala Dunia Bersama Polres Aceh Tenggara

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:09 WIB

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Kasat Binmas Polres Aceh Tenggara Hadiri Zikir dan Doa Bersama di Masjid Agung At-Taqwa

Berita Terbaru

error: Content is protected !!