KABUPATEN BANDUNG – Ketua Umum Pengprov KKI Jawa Barat, Asep Dedi, memberikan arahan strategis dalam Musyawarah Cabang (Muscab) II KKI Kabupaten Bandung. Dalam keterangannya, beliau menekankan pentingnya pembinaan atlet berprestasi sebagai solusi nyata bagi para siswa dalam menghadapi kendala sistem zonasi sekolah.
Prestasi sebagai “Tiket” Pendidikan
Asep Dedi menyoroti realita di lapangan di mana banyak siswa kesulitan menembus sekolah impian karena batasan jarak zonasi. Namun, ia menegaskan bahwa jalur prestasi (karate) merupakan pengecualian yang kuat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Solusi Zonasi: Atlet yang memiliki prestasi di tingkat KKI dapat menggunakan sertifikat mereka untuk masuk ke sekolah di wilayah mana pun, seperti Kota Bandung atau Bandung Barat, tanpa terhambat aturan zonasi.
Instruksi Pelatih: Beliau menginstruksikan seluruh pelatih dojo di Kabupaten Bandung untuk fokus mencetak murid yang berprestasi agar masa depan pendidikan mereka lebih terjamin.
Harapan untuk Kepengurusan Baru
Terkait pelaksanaan Muscab, Asep Dedi menegaskan bahwa agenda utama ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan momentum untuk merumuskan kinerja empat tahun ke depan, termasuk pemilihan Ketua Umum KKI Kabupaten Bandung yang baru.
Independensi: Pengprov KKI Jawa Barat menegaskan tidak melakukan intervensi dalam pemilihan ketua tingkat cabang.
Kriteria Pemimpin: Siapa pun yang terpilih diharapkan mampu membawa KKI Kabupaten Bandung menjadi lebih maju dan berprestasi.
Dukungan Total: Prestasi besar memerlukan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga peran orang tua yang total dalam mendukung anak-anaknya.
Target Kompetisi Mendatang
Asep Dedi juga mengingatkan bahwa agenda kompetisi sudah di depan mata. Ia meminta para atlet untuk tidak berhenti bertanding dan mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan dalam waktu dekat.
Pekan Olahraga Provinsi (Porprov): Persiapan harus matang agar Kabupaten Bandung bisa mengirimkan banyak wakil ke tim inti.
Liga Pelajar: Kompetisi terdekat yang menjadi sorotan adalah Liga Pelajar yang direncanakan berlangsung pada akhir Mei mendatang.
”Pelatih yang sukses adalah pelatih yang mampu menciptakan murid-murid berprestasi. Saya yakin Kabupaten Bandung adalah gudang pelatih profesional yang bisa melahirkan atlet-atlet unggulan,” pungkas Asep Dedi































