BANDUNG – Industri kuliner di Kota Bandung saat ini tengah menghadapi dinamika yang kontras. Di satu sisi, pertumbuhan kafe dan restoran baru berlangsung sangat masif, namun di sisi lain, angka kegagalan bisnis juga tergolong tinggi. Fenomena ini menjadi salah satu poin utama yang disampaikan oleh Ketua AKAR Jawa Barat, Arif Maulana, dalam acara “Obrolan Warung Kopi Batch 4” yang digelar di Dakken Restaurant, Jumat (8/5/2026).
Arif Maulana mengungkapkan bahwa banyak kafe baru yang hanya mampu bertahan dalam hitungan bulan. “Pertumbuhannya masif, tapi yang tutup juga masif. Ada yang 3 bulan, 6 bulan, hingga setahun lalu tumbang,” ujarnya dalam sesi wawancara.
Menurutnya, heterogenitas anggota AKAR—yang mencakup UMKM mikro hingga brand multinasional seperti McDonald’s dan KFC—membutuhkan wadah diskusi formal seperti Focus Group Discussion (FGD) untuk menyamakan visi dan mencari solusi atas kendala operasional serta permodalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kegiatan bertema “Outlook Kuliner Bandung 2026” ini, AKAR menggandeng mitra strategis untuk memperkuat ekosistem kuliner:
Dukungan Perbankan: Bekerja sama dengan BTN untuk memberikan analisis pasar dan dukungan finansial bagi para pengusaha.
Tokoh Visioner: Menghadirkan Perry Tristianto Tedja, pengusaha senior asal Bandung, untuk berbagi pandangan mengenai tren kuliner dan pariwisata masa depan.
Arif menekankan pentingnya kolaborasi antar-asosiasi seperti Kadin, Hipmi, dan lainnya agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Ia berharap Bandung memiliki satu blueprint pariwisata yang seragam agar identitas sebagai “Kota Kuliner” tetap kokoh dan menarik bagi wisatawan luar daerah.
”Jika warna kita tidak seragam, pariwisata kita tidak akan terlihat menonjol. Tujuannya adalah satu suara, satu blueprint,” tambah Arif.

Sebagai tindak lanjut, AKAR dijadwalkan akan melakukan peluncuran program resmi bersama BTN pada hari Senin mendatang. Selain itu, sebuah pertemuan akbar yang melibatkan 100 hingga 200 perwakilan organisasi profesi direncanakan akan digelar bulan depan di El Royale Hotel Bandung.***































