BANDUNG — Pelaksanaan Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bandung memicu gejolak di internal organisasi. Proses yang diselenggarakan oleh tim caretaker tersebut dinilai cacat prosedur, tidak transparan, dan mencederai marwah organisasi HIPMI Jawa Barat.
Salah satu Bakal Calon (Bacalon) Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Bandung, Moch Ilham, secara terbuka menyatakan keberatan dan merasa dirugikan atas jalannya proses organisasi yang dinilai tidak sehat tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, puncak polemik terjadi saat tahapan pengembalian formulir pendaftaran. Tim caretaker disinyalir meloloskan salah satu kandidat yang diduga tidak memenuhi syarat mutlak organisasi, yakni kepemilikan sertifikat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Diklatcab).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan AD/ART HIPMI, sertifikat Diklatcab merupakan syarat wajib bagi setiap kader yang ingin mencalonkan diri sebagai Ketua Umum BPC. Namun, tim caretaker diduga tetap menerima dan meloloskan berkas kandidat yang keabsahan sertifikatnya diragukan tersebut.
Tak hanya itu, independensi tim caretaker juga dipertanyakan karena disinyalir disusupi oleh oknum yang merangkap sebagai tim sukses (timses) dari salah satu calon. Kondisi ini dinilai melanggar etika organisasi dan merusak asas demokrasi yang jujur dan transparan.
Moch Ilham mengungkapkan bahwa kejanggalan-kejanggalan ini telah menutup ruang objektif dalam berkontribusi membangun HIPMI Kabupaten Bandung. Ia menyoroti tiga poin krusial dalam pelaksanaan Muscablub kali ini:
- Ketidakjelasan Informasi: Sosialisasi tahapan dan verifikasi berkas terkesan mendadak serta kurang tersosialisasikan dengan baik kepada para kandidat.
- Mekanisme Verifikasi yang Berubah-ubah: Tidak Sesuai Dengan Aturan Dan Pedoman Organisasi Hipmi Serta Tidak Menjungjung Tinggi Etika Organisasi Demi mewujudkan Demokrasi Yang Jurdil
- Indikasi Keberpihakan: Panitia pelaksana (Caretaker / Steering Committee) diduga kuat tidak berdiri di posisi netral dan berpihak pada kepentingan calon tertentu.
Layangkan Protes ke BPD HIPMI Jawa Barat
Mengingat kerugian materiil maupun imateriil yang dialami, pihak Moch Ilham bersama sejumlah kader yang peduli terhadap marwah organisasi mengambil langkah tegas. Mereka melayangkan surat protes resmi kepada Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Jawa Barat untuk meninjau ulang kelayakan pelaksanaan Muscablub BPC HIPMI Kabupaten Bandung.
”Ini adalah bentuk kecintaan kami sebagai kader yang berproses bersama organisasi. Ini dilakukan demi menjaga marwah HIPMI, khususnya HIPMI Jawa Barat yang kami banggakan dengan tagline ‘Babarengan’ (bersama-sama),” ujar salah satu perwakilan kader peduli HIPMI.
Mereka mendesak agar BPD HIPMI Jawa Barat segera turun tangan, bertindak tegas, dan bersikap objektif untuk menyelesaikan persoalan ini demi menjaga iklim demokrasi yang bersih dan sehat di tubuh organisasi pengusaha muda terbesar tersebut.
Para kader menegaskan bahwa semangat “Bertanding untuk Bersanding” dan jargon “Pengusaha Pejuang, Pejuang Pengusaha” harus ditegakkan di atas aturan organisasi yang lurus, bukan di atas pembiaran pelanggaran AD/ART.
Sampai berita ini diturunkan, pihak Panitia Muscablub HIPMI Kabupaten Bandung maupun perwakilan BPD HIPMI Jawa Barat masih diupayakan untuk dihubungi guna memberikan klarifikasi dan tanggapan resmi terkait protes yang dilayangkan.































