Kisah Musdalifa: Gagal Masuk SMP Negeri Terdekat Indralaya Kini Terancam Putus Sekolah, Orang Tua Mohon Solusi Pemerintah

BARADETIK.COM

- Redaksi

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:38 WIB

5046 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indralaya, 23 Juni 2026,– Harapan seorang siswi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) kini terancam kandas setelah dinyatakan tidak lolos dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jalur Domisili di SMP Negeri 1 Indralaya Tahun Ajaran 2026/2027.

Siswi tersebut adalah Musdalifa (12), lulusan SD Negeri 25 Indralaya Raya yang berdomisili di Jalan T. Raya RT 008, Kelurahan Indralaya Raya, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. Orang tuanya, Mardiana, mengaku sangat khawatir terhadap kelanjutan pendidikan anaknya akibat tidak diterima di sekolah negeri yang lokasinya paling dekat dengan tempat tinggal mereka.

Menurut Mardiana, berdasarkan informasi yang diterima dari pihak sekolah, anaknya tidak diterima karena jarak rumah ke sekolah yang tercatat dalam sistem sekitar 1,53 kilometer. Sementara berdasarkan pengecekan mandiri menggunakan aplikasi Google Maps, jarak rumah mereka ke SMP Negeri 1 Indralaya diperkirakan sekitar 1,4 kilometer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami hanya ingin mendapatkan penjelasan yang transparan dan objektif mengenai data jarak yang digunakan dalam proses seleksi. Karena ada beberapa peserta yang diterima melalui jalur domisili yang menurut pengetahuan kami lokasi tempat tinggalnya justru lebih jauh dibandingkan rumah kami,” ujar Mardiana.

Kondisi tersebut menimbulkan kebingungan dan kegelisahan bagi keluarga Musdalifa. Mereka berharap adanya penjelasan terbuka dari pihak terkait agar masyarakat memperoleh kepastian dan rasa keadilan dalam pelaksanaan SPMB.

Sebelumnya, Mardiana mengaku telah berupaya mencari solusi dengan mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir. Ia sempat menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak terkait di lingkungan dinas, namun belum mendapatkan hasil yang diharapkan.

Tidak berhenti di situ, atas arahan yang diterimanya, keluarga Musdalifa kembali mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk bertemu langsung dengan Kepala Dinas dengan harapan memperoleh bantuan penyelesaian. Namun, hingga saat ini persoalan tersebut belum menemukan jalan keluar.

Akibat tidak diterimanya Musdalifa di SMP Negeri 1 Indralaya, keluarga kini menghadapi kesulitan mencari sekolah alternatif. Sebagian sekolah swasta diketahui telah menutup pendaftaran, sementara pilihan untuk memasukkan anak ke pesantren atau sekolah berasrama dinilai sulit karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Bagi keluarga ini, SMP Negeri 1 Indralaya merupakan sekolah negeri yang paling dekat dari tempat tinggal mereka. Jika ditempuh dengan berjalan kaki, waktu perjalanan hanya sekitar 15 hingga 20 menit, sedangkan menggunakan kendaraan roda dua hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit.

Sebaliknya, untuk menuju sekolah negeri lain di wilayah Indralaya, waktu tempuh dinilai jauh lebih lama, yakni sekitar satu hingga dua jam jika berjalan kaki atau sekitar 30 hingga 40 menit menggunakan kendaraan bermotor.

Mardiana menjelaskan bahwa kondisi ekonomi keluarganya sangat terbatas. Suaminya bekerja sebagai pengemudi ojek bentor sekaligus pekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Kondisi tersebut membuat keluarga kesulitan apabila harus menyekolahkan anak ke sekolah swasta atau pesantren yang biayanya relatif lebih tinggi dibandingkan sekolah negeri.

“Kami tidak bermaksud menyalahkan siapa pun. Kami hanya berharap ada solusi terbaik agar anak kami tetap dapat melanjutkan pendidikan. Kami memohon perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah, khususnya Bapak Bupati Ogan Ilir, serta pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan pendidikan anak-anak,” ungkapnya.

Sebagai orang tua, Mardiana berharap hak pendidikan anaknya dapat tetap terjamin dan tidak terhambat oleh kondisi ekonomi maupun persoalan administrasi yang hingga kini masih menjadi tanda tanya bagi keluarganya.

“Kami hanya ingin anak kami tetap bisa bersekolah dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

Data Orang Tua Calon Siswa

Nama : Mardiana
Alamat : Jalan T. Raya RT 008, Kelurahan Indralaya Raya, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Nama Siswa : Musdalifa (12 Tahun)
Lulusan : SD Negeri 25 Indralaya Raya

Nomor Kontak : 0821-8490-1581

Demikian harapan dan permohonan ini disampaikan kepada pemerintah daerah serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan agar dapat membantu mencarikan solusi terbaik demi keberlanjutan pendidikan Musdalifa.

Laporan Ketua Tim Pewarta Indonesia

Berita Terkait

Fidiel Castro Minta Evaluasi Kepala SD-SMP Negeri, Dugaan Penyimpangan Dana BOSP Jangan Dibiarkan Berlarut-larut
Polisi Bersama Masyarakat, Polsek Babul Rahmah Gencarkan Patroli Dialogis, Cegah Karhutla Sebelum Meluas
Lapas Pasir Pangarayan Bentuk Tim Pencarian Warga Binaan yang Melarikan Diri dan Berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum
LSM Tekan Pemerintah Sumedang Sampaikan Klarifikasi Dugaan Kekerasan dan Intimidasi ASN
Praktik “Penyumpalan Mulut” Media, Kasus Hukum Sumedang Jadi Polemik
Sekpri Wabup Sumedang Mengaku Dianiaya dan Disekap di Rumah Dinas
Dana BOS Pemeliharaan SMPN 2 Katapang Ratusan Juta per Tahun, Sejumlah Fasilitas Sekolah Justru Memprihatinkan
Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Wustha

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Tak Sekadar Instruksi, Kapolres Aceh Tenggara Turun Langsung Berjibaku Bersihkan Jalan Nasional dan Rumah Warga Pascabanjir

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Respons Cepat Pascabanjir, Kapolres Agara Pimpin Pengerahan Personel Polres dan Brimob Bantu Warga Desa Kuning I

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Laksanakan Program Poliran Kapolri, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Perkuat Kemitraan dan Serap Aspirasi Warga, Polres Aceh Tenggara Gelar FKPM di Desa Perapat Hulu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Aceh Tenggara Edukasi Pengguna Jalan Lewat Stiker Keselamatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Kobarkan Semangat Persatuan, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Babul Rahmah Ajak Warga Lawe Sumur Jaga Kelestarian Hutan

Berita Terbaru