TNI-Polri Perketat Pengamanan Cegah Pengibaran Bendera Bulan Bintang Jelang Milad GAM di Langsa

BARADETIK.COM

- Redaksi

Sabtu, 22 November 2025 - 05:33 WIB

50233 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langsa |  Menjelang peringatan Milad ke-49 Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 4 Desember 2025, aparat TNI dan Polri di Kota Langsa memperketat pengamanan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi pengibaran Bendera Bulan Bintang dan mencegah potensi gangguan keamanan. Langkah ini ditempuh untuk menjaga stabilitas dan ketertiban masyarakat, khususnya dalam momentum peringatan bernuansa historis bagi sebagian elemen masyarakat Aceh.

Dalam pertemuan tertutup antara aparat keamanan dan unsur Komite Peralihan Aceh (KPA) serta Partai Aceh (PA) Kota Langsa, Jumat (21/11/2025), Kepala Satuan Intelkam Polres Langsa Iptu Zulmahrita menegaskan bahwa aparat akan mengawal secara ketat seluruh rangkaian kegiatan masyarakat guna mencegah tindakan provokatif, termasuk pengibaran simbol-simbol yang dilarang secara hukum.

“Kami mengawal ketat agar tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum ini untuk mengganggu perdamaian Aceh,” ujarnya di hadapan para Panglima Sagoe yang turut hadir dalam forum tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Larangan pengibaran Bendera Bulan Bintang tetap berlaku sebagaimana tertuang dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Menurut aparat, pengibaran simbol tersebut berisiko menimbulkan gesekan sosial dan dapat mengganggu rasa aman masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah dengan sejarah panjang konflik masa lalu.

Kapolres Langsa AKBP Mughi Prasetyo Habrianto yang juga hadir dalam pertemuan itu meminta seluruh elemen, khususnya jajaran Panglima Sagoe, agar proaktif berkoordinasi dengan kepolisian bila muncul dinamika di lapangan. Menurut dia, partisipasi aktif anggota KPA/PA sangat penting dalam menciptakan suasana yang kondusif selama menjelang hingga pasca peringatan milad.

Sementara itu, dari unsur TNI, Kasdim 0104/Aceh Timur Mayor Inf Hanafi menyampaikan imbauan kepada para mantan kombatan yang masih terorganisasi di bawah struktur Komite Peralihan Aceh, agar tidak terlibat dalam aksi pengibaran bendera. Ia menekankan bahwa pelarangan tersebut bukan untuk membatasi ekspresi kultural atau identitas masyarakat Aceh, tetapi lebih kepada menjaga ketenangan sosial serta mencegah timbulnya kembali trauma kolektif masa konflik.

“Pengibaran bendera itu bertentangan dengan aturan. Selain itu, bisa mengusik ketenangan masyarakat dan memicu kembali luka lama,” kata Hanafi.

Ia juga menekankan pentingnya mengisi momentum milad dengan kegiatan yang bersifat positif, seperti doa bersama, syukuran, kegiatan sosial, serta santunan kepada anak yatim dan keluarga korban konflik. Menurutnya, kegiatan seperti itu justru mencerminkan semangat perdamaian dan mempererat rekonsiliasi antarwarga yang selama ini terus dibangun sejak penandatanganan MoU Helsinki tahun 2005.

Dari pihak KPA/PA, Panglima Sagoe Sungai Raya, Rusbah alias Raja King, memastikan pihaknya telah mengingatkan para anggota untuk menjaga ketenangan suasana menjelang tanggal 4 Desember. Ia menyebut bahwa hingga kini belum ada instruksi resmi dari pimpinan KPA atau Partai Aceh pusat terkait bentuk peringatan Milad GAM ke-49 di wilayah Langsa.

“Biasanya bila milad dilaksanakan, kegiatan yang dilakukan berupa syukuran, doa bersama, dan santunan. Tidak lebih dari itu,” tutur Rusbah. Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut dihadiri oleh anggota dari sejumlah Sagoe yang tersebar di wilayah Langsa dan Aceh Timur.

Aparat keamanan menyatakan siap bekerja sama dengan seluruh unsur masyarakat Aceh dalam mendukung kegiatan peringatan yang damai dan tertib. Penegakan hukum berjalan seimbang dengan pendekatan dialog dan pencegahan, demi memastikan perdamaian yang telah dibangun selama dua dekade terakhir tetap terjaga. (*)

Berita Terkait

Langkah Damai di Bumi Panipahan: Kapolda Riau Minta maaf Pasca Unjuk Rasa Hadir Dengarkan dan Pulihkan Kepercayaan Publik
Sat Lantas Polres Batu Bara Gelar Patroli Blue Light di Jalinsum Sei Bejangkar
Gelanggang Ayam “Vallas Arena” Rumbai Barat, Pengelola: Kami Tidak Menyediakan Tempat Untuk Berjudi
Kadus Sentosa Pematang Nibung Klirifikasi Galian C: Bukan Perdagangan, Melainkan Program Mencetak Sawah Rakyat
Tim Komisi XIII DPR RI Kunjungi Bengkulu, Evaluasi Implementasi KUHAP Baru dan Berikan Harapan bagi Warga Binaan
Sat Samapta Polres Batu Bara Awali dan Amanahkan 39 Tahanan Persidangan ke Pengadilan Negeri Kisaran
Sambut HBP ke-62, Lapas Binjai Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine, Tegaskan Komitmen Zero Halinar
Pemkab Batu Bara Gelar Rapat Pembentukan Tim Satgas Terpadu Penanganan Premanisme dan Organisasi Kemasyarakatan Bermasalah

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:58 WIB

Serangan Air Keras ke Aktivis HAM, PMII Jabar Tegaskan Indonesia Darurat Demokrasi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 18:16 WIB

Poros Mahasiswa Bandung Bergerak Gelar Unras Sikapi MBG dan KMP serta Berbagai Permasalahan

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:51 WIB

MBK Ventura Salurkan Bantuan ke 45 Masjid di Gununghalu, Edukasi Keuangan Jadi Fokus Utama

Selasa, 10 Februari 2026 - 01:13 WIB

Dialog Terbuka Kesbangpol–IWO-I KBB, Stabilitas Daerah Jadi Fokus Bersama

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:50 WIB

Gerakan Bersih Lingkungan di Purwakarta: Bupati Purwakarta Tanam 1000 Pohon 

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:44 WIB

Wawancara Ketua HIKPI: IFBEX 2026 Fokus pada Ekosistem Bisnis Terintegrasi

Kamis, 29 Januari 2026 - 00:27 WIB

lMenteri Imigrasi Kunjungan Kerja ke Rutan Kelas IIB Tanjung Pura, Ini Sebutnya!

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:34 WIB

Diskominfo Purwakarta Dituding Persulit Kerjasama Publikasi Media

Berita Terbaru

error: Content is protected !!