Polda Jatim Tetapkan Dua Tersangka dalam Kasus Kekerasan terhadap Nenek Elina

BARADETIK.COM

- Redaksi

Senin, 29 Desember 2025 - 22:41 WIB

50270 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA |   Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Timur menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan tindak kekerasan secara bersama-sama terhadap Nenek Elina, seorang perempuan lansia berusia 80 tahun yang tinggal di Dukuh Kuwukan, Surabaya. Penetapan tersangka ini merupakan hasil dari serangkaian penyelidikan dan gelar perkara yang dilakukan pada Senin, 29 Desember 2025. Dari dua orang tersangka yang telah ditetapkan, satu di antaranya telah berhasil diamankan oleh aparat, sementara satu lainnya masih dalam proses pengejaran oleh tim penyidik di lapangan.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan kepada wartawan, pihak penyidik menyebut bahwa kedua tersangka masing-masing berinisial SAK dan MY. Tersangka SAK telah dilakukan penangkapan untuk menjalani proses hukum selanjutnya. Sementara itu, tersangka MY hingga kini masih buron dan keberadaannya tengah dilacak oleh petugas. Kasus ini menarik perhatian publik setelah video peristiwa kekerasan yang diduga dialami Nenek Elina beredar luas di media sosial, memperlihatkan upaya pengusiran paksa yang berlangsung di rumah korban. Video tersebut memicu simpati masyarakat dan desakan kepada aparat penegak hukum untuk bertindak cepat menindaklanjuti kasus tersebut.

Peristiwa ini berawal dari insiden yang terjadi pada Agustus 2025, ketika Nenek Elina diduga mengalami kekerasan saat mempertahankan rumahnya yang menjadi objek sengketa. Dalam insiden itu, korban disebut mengalami tindakan kasar dari beberapa orang yang memaksakan pengosongan rumah secara tidak sah. Tindakan tersebut dilaporkan oleh korban ke polisi dan menjadi dasar penyidikan yang kini telah memasuki tahap penetapan tersangka. Penyidik mengungkap bahwa sejauh ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan alat bukti lainnya yang mendukung konstruksi perkara sehingga cukup kuat untuk menetapkan dua orang sebagai tersangka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepolisian menjerat para tersangka dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengatur mengenai tindak pidana kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap orang ataupun barang. Pasal ini mengatur ancaman hukuman maksimal lima tahun enam bulan penjara. Penetapan pasal tersebut didasarkan pada terpenuhinya unsur-unsur pidana yang ditemukan dalam proses penyidikan, termasuk adanya bukti permulaan yang cukup mengenai keterlibatan para pelaku dalam aksi kekerasan yang menyebabkan korban mengalami trauma secara fisik maupun psikologis.

Pihak penyidik juga menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung untuk mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam peristiwa kekerasan tersebut. Potensi penambahan tersangka masih terbuka seiring dengan perkembangan proses hukum yang berjalan. Untuk sementara, kepolisian fokus pada upaya pengejaran terhadap tersangka MY yang belum tertangkap dan memastikan seluruh proses penegakan hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap warga lansia yang rentan terhadap tindakan kekerasan maupun perlakuan tidak manusiawi dalam berbagai bentuk, termasuk dalam konteks sengketa properti atau keluarga. Masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus ini berharap agar para pelaku mendapatkan hukuman setimpal serta keadilan dapat ditegakkan bagi korban yang berusia lanjut. Aparat penegak hukum juga diharapkan dapat bertindak tegas terhadap segala bentuk kekerasan yang merugikan kelompok rentan tanpa memandang latar belakang pelaku. (*)

Berita Terkait

Polres Batu Bara Amankan Terduga Pelaku Persetubuhan terhadap Anak
Satreskrim Polres Batu Bara Layangkan Panggilan Terhadap Terlapor Sehubungan Dengan Laporan Kalapas Labuhan Ruku
Jiwa Reserse Membara, IPDA Gagas Pimpin Pengungkapan Perdagangan Satwa Dilindungi di Simalungun
Polresta Deli Serdang Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Jenis Sabu Di Lubuk Pakam
Operasi Antik Toba 2026, Polresta Deli Serdang ungkap 65 kasus narkotika dan amankan 78 tersangka
Polres Batu Bara Gelar Konferensi Pers Hasil Operasi Antik Toba 2026, Ungkap 29 Kasus Narkotika
Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bersama Polsek Lubuk Pakam Ungkap Kasus Narkoba, Amankan 3 Tersangka dan Barang Bukti Berat
Prestasi atau Sekadar Seremoni? Menguji Nyali RW di Balik Kasus Asusila yang Membeku di Polda Metro Jaya

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Wustha

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Tak Sekadar Instruksi, Kapolres Aceh Tenggara Turun Langsung Berjibaku Bersihkan Jalan Nasional dan Rumah Warga Pascabanjir

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Respons Cepat Pascabanjir, Kapolres Agara Pimpin Pengerahan Personel Polres dan Brimob Bantu Warga Desa Kuning I

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Laksanakan Program Poliran Kapolri, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Perkuat Kemitraan dan Serap Aspirasi Warga, Polres Aceh Tenggara Gelar FKPM di Desa Perapat Hulu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Aceh Tenggara Edukasi Pengguna Jalan Lewat Stiker Keselamatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Kobarkan Semangat Persatuan, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Babul Rahmah Ajak Warga Lawe Sumur Jaga Kelestarian Hutan

Berita Terbaru