(Cileunyi, 27/02) Visi alkasyaf menjadi tempat Wisata Spritual Dunia bukanlah sekedar impian. Selama 2025 Alkasyaf sering didatangi oleh diantaranya dari Malaysia, Belgia, Turki, Francis, Belanda, Oman, Arab Saudi serta Negara Negara lainnya. Kegiatan alkasyaf bukan saja didatangi oleh mereka yang seagama saja. bahkan dari GKI (Gereja Kristen Indonesia), Budha, Hindu, serta agama lainnya sering datang juga untuk sekedar berbincang di Alkasyaf.
Awalnya Alkasyaf dari Tahun (2013-2024) merupakan Pesantren yang khusus untuk menampung anak anak Yatim dan Dhuafa. Namun tahun 2025, KH. Giovani sebagai Pemimpin Alkasyaf bervisi agar alkasyaf bukan sekedar melayani anak-anak Yatim dan Dhuafa saja, melainkan juga Kebermanfaatannya harus ditingkatkan bahkan harus menjadi rahmatan lil alamin, alias tingkat dunia, bahkan lebih dari itu. “ungkapnya.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Alkasyaf dari tahun 2019 Aktif melakukan kegiatan entreupreuneur diantaranya adalah membukan Home Industri Sabun (2019), Pabrik Tempe (2021), Koperasi (2024), Gigasmart (2024), Bank Sampah (2023), Suplyer Pertanian (2025). Tahun 2026 Alkasyaf akan mendirikan Alkasyaf Farming School di daerah Rancabali Kabupaten Bandung.
Alkasyaf juga aktif dalam membina Tasawuf dan Tarekat sejak tahun 2021. KH. Giovani tahun 2024 diangkat sebagai Mursyid Tarekat Syathariyah dan Sadziliyah dari Bendakerep Cirebon. Kemudian pernah aktif juga menjadi Ketua 2 JATMAN Kabupaten Bandung.
Tradisi Tarekat akhirnya menjadi Tradisi dari Alkasyaf. Yaitu Tiada hari tanpa berdzikir Laa Ilaaha Illa Allah ala Sunan Gunung Djati, Ataqahan untuk doa kepada Kedua orang tua, dan juga kajian-kajian pendalaman Spritual lainnya yang merupakan
Menurut KH. Geo, Alkasyaf sederhananya adalah SUFI BUMI LANGIT. Sufi di Bumi yaitu dengan melakukan kegiatan kegiatan yang bermanfaat bagi alam dan manusia. Seperti pemberdayaan anak yatim dan dhuafa, Pengadaan program kemandirian pesantren melalui entreupreunenur, keterlibatan dalam penanganan bencana, Ikut serta dalam Program Proklim, Mengadakan lowongan kerja bagi masyarakat, mengadakan program kesehatan masyarakat, pemerdayaan ekonomi masyarakat, pemberdayaan UMKM,

Sufi di Langit adalah melakukan kegiatan-kegiatan spiritual yang dianjurkan oleh Nabi beserta keluarganya serta para wali Allah. Diantaranya adalah melakukan 5 Hal: (1)Kesalehan Individual, (2)kesalehan Sosial, (3) Kesalehan Natural, (4) kesalehan Kultural, (5) Kesalehan Struktural. Tahun 2025 Alkasyaf menjadi Tuan Rumah Multaqa Mursyid se-Jawa Barat. Dimana seluruh Mursyid berkumpul di Alkasyaf untuk membicarakan Islam Rahmatan Lil Alamin dan mendukung Pemerintah dalam hal kebaikan untuk masyarakat.
Dari sini kemudian alkasyaf dapat disebut melakukan aksi Sufi Ecososial Preuneur. Tahun 2026 KH. Geo berencana meningkatkan kualitas alkasyaf agar dapat menjangkau internasional. Dan Alkasyaf juga akan bervisi menjadi tempat Wisata Spritual untuk Dunia. Diantara kegiatannya adalah wisata Uzlah, Kegiatan Ijazahan untuk masyarakat, Bimbingan Spritual untuk para Pejabat, Aparat, atau CEO perusahaan, serta kegiatan-kegiatan bernuansa spiritual lainnya.
Dalam kunjungan pagi ini, KH. Agus Salman sebagai Kasie Pesantren Kemenag Kabupaten Bandung, “sangat mendukung kegiatan Alkasyaf untuk menyebarkan ide-ide rahmatan Lil Alamin bagi semesta, dan merupakan kebanggaan bagi Kemenag Kabupaten Bandung. Ide menjadi Sufi Bumi Langit, harus segera disebarluaskan agar menjadi inspirasi dunia.” Ungkapnya.





























