SUBANG – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang, Dr. H. Badruzaman, S.Ag., M.Pd., memberikan motivasi besar kepada para penyuluh agama Islam perempuan dalam pertemuan Himpunan Penyuluh Agama Perempuan (HIPPAP) Kabupaten Subang pada Rabu (11/3/2026).
Bertempat di Aula Lantai 2 Kantor Kemenag Subang, kegiatan ini dihadiri oleh 44 penyuluh perempuan yang didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan keberanian dalam berdakwah.
Poin Utama Arahan Kepala Kantor
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Dr. Badruzaman menekankan beberapa pilar penting bagi para penyuluh dalam menjalankan tugasnya di tengah masyarakat:
Pentingnya Usaha dan Keyakinan: Beliau menegaskan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang. “Ketika ada yang berpikir kita belum bisa, maka ada ilmunya yaitu usaha. Berpikirlah bisa, maka pasti bisa,” tegasnya.
Ketulusan Niat (Lillahi Ta’ala): Kesuksesan dakwah harus bermuara pada keridaan Tuhan. Proses yang dimulai karena Allah akan menghasilkan umat yang berkualitas.
Adaptasi Teknologi dan Kreativitas: Di era digital, penyuluh diminta tidak kaku. Beliau mendorong pembuatan konten dakwah yang kreatif agar pesan keagamaan menjangkau audiens yang lebih luas.
Berpikir Out of the Box: Penyuluh diharapkan berani melahirkan gagasan baru dan keluar dari zona nyaman demi kemajuan pembinaan umat.
“Kesalahan kita hanya satu, yaitu tidak pernah berpikir tinggi. Tunjukkan komitmen, mulailah berpikir out of the box, karena tidak ada kesuksesan tanpa usaha,” ujar Dr. Badruzaman.
Dukungan Lintas Sektoral
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengarahan, tetapi juga bentuk konsolidasi antarlembaga di lingkungan Kemenag Subang. Hadir mendampingi dalam acara tersebut:
H. Mamat Suhermat, S.Ag. (Kasi Bimas Islam Kemenag Subang)
Hj. Enur Nurhayati (Ketua HIPPAP Subang)
Beben Baehakim (Ketua IPARI Subang)
Ki Bentar (Penceramah)
Melalui pertemuan ini, HIPPAP Kabupaten Subang diharapkan menjadi motor penggerak pembinaan keagamaan yang lebih dinamis. Dengan perpaduan antara nilai keikhlasan dan inovasi teknologi, penyuluh perempuan diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dalam membimbing masyarakat Subang menuju arah yang lebih religius dan moderat.





























