CIAMIS – Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda 2 Ciamis, KH. Nonof Hanafi, menyampaikan pesan membakar semangat dalam acara Wisuda Lisensi para santrinya.
Dalam orasi yang penuh khidmat tersebut, beliau menegaskan komitmen pesantren dalam mencetak kader-kader yang akan menjadi “Duta Dakwah” di seluruh pelosok nusantara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
KH. Nonop Hanafi menekankan bahwa kelulusan santri bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari misi besar. Beliau mengutip sebuah kaidah yang menjadi pegangan para santri Miftahul Huda 2:
”Kalian datang ke tempat ini sebagai pelajar, dan kalian pergi dari tempat ini membawa misi untuk merubah dunia.”
Beliau berharap para alumni dapat berkontribusi nyata dalam membangun Indonesia, hingga menjadikan negeri ini layaknya “sepenggal surga Firdaus” yang dihadirkan Allah di bumi pertiwi.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Nonof juga memberikan pesan penguatan kepada para orang tua santri. Beliau meminta para wali santri untuk tidak berkecil hati atau pesimis ketika menitipkan anak-anak mereka di pondok pesantren.
Menurut beliau, pesantren adalah satu-satunya lembaga pendidikan yang tetap eksis dalam menyatukan empat pilar kecerdasan utama:
Intellectual Quotient (IQ): Kecerdasan intelektual.
Spiritual Quotient (SQ): Kecerdasan spiritual/agama.
Emotional Quotient (EQ): Kecerdasan akhlak/karakter.
Adversity Quotient (AQ): Kecerdasan daya juang dalam menghadapi tantangan hidup.
Menutup orasinya, KH. Nonof Hanafi mengingatkan para santri yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk tetap membawa nilai-nilai almamater di mana pun mereka berada. Beliau menekankan bahwa kunci manfaat dari sebuah ilmu terletak pada ikatan batin santri dengan gurunya.
”Kecil besarnya nilai manfaat dari ilmu pengetahuan adalah dari kecintaan kepada murobbi (guru) dan kecintaan kepada almamater,” tegas beliau.
Acara wisuda ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Miftahul Huda 2 Ciamis untuk terus melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, mulia secara akhlak, dan kuat dalam daya juang demi agama dan bangsa.






























