BANDUNG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat melalui Bidang Dakwah resmi menetapkan arah kebijakan dakwah tahun 2026. Dalam Musyawarah Kerja (Musker) yang dipimpin oleh KH. Nonof Hanafi, MUI Jabar memfokuskan gerakannya pada penguasaan media digital, penguatan literasi, dan konsolidasi visi para pendakwah.
Langkah strategis ini diambil untuk merespons tantangan zaman serta memastikan pesan-pesan Islam yang damai dan edukatif merasuk ke seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda.
Tiga Pilar Program Unggulan Dakwah MUI Jabar 2026
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
KH. Nonof Hanafi memaparkan tiga program prioritas yang akan menjadi lokomotif penggerak dakwah di Jawa Barat:
Gerakan “Sejukatif” (Sejuta Kata Positif)
Sebagai upaya membendung arus konten negatif dan hoaks di jagat maya, MUI Jabar akan meluncurkan program Sejukatif. Program ini berfokus pada penyebaran energi positif melalui konten kreatif berupa:
Video pendek inspiratif.
Tulisan yang menyejukkan.
Gambar/Meme dakwah yang relevan dengan tren masa kini.
Konten-konten ini akan disebarkan secara masif melalui berbagai platform media sosial untuk membangun atmosfer digital yang lebih sehat.
Pelatihan Literasi dan Penulisan Buku
MUI Jabar berkomitmen mencetak dai dan generasi muda Islam yang tidak hanya mahir berorasi, tetapi juga cerdas menulis. Melalui pelatihan literasi ini, diharapkan lahir karya-karya tulis dan buku yang mampu menjadi warisan (hasanah) keilmuan Islam.
”Ide dan gagasan harus diabadikan dalam bentuk tulisan agar menjadi referensi ilmu pengetahuan yang abadi bagi generasi mendatang,” ujar KH. Nonof Hanafi.
Standardisasi dan Penyatuan Visi Muballig
Untuk menghadirkan persatuan umat, MUI Jabar akan mengumpulkan para dai dan muballig di seluruh Jawa Barat. Tujuannya adalah menyamakan visi dakwah agar tercipta satu gerakan amal yang terorganisir. Dengan narasi yang seirama, diharapkan opini publik yang terbangun di tengah masyarakat muslim adalah opini yang mengarah pada penguatan ukhuwah dan kerja nyata.
Menghadirkan Dakwah yang Relevan
Melalui ketiga program ini, MUI Jawa Barat optimis dapat menghadirkan wajah Islam yang inklusif dan solutif. Fokus pada aspek digital dan literasi menunjukkan bahwa MUI Jabar siap beradaptasi dengan dinamika teknologi tanpa meninggalkan khazanah keilmuan klasik.
”Kita ingin dakwah bukan hanya sekadar seruan, tapi menjadi gerakan amal yang nyata dan teropinikan dengan baik di masyarakat,” pungkas KH. Nonof Hanafi di sela-sela kegiatan Musker tersebut.






























